Kamis, 30 September 2010

Air Mata Berbicara, Hati Bercerita



Tak mampu aku mengungkapnya

Bergeming, lidahku kaku kelu

Walaupun angin berhembus kencang, menawarkan tumpangan

Atau juga burung merpati siap mengantar kabar

Aku tak sanggup untuk berbicara, apalagi bercerita



Saat itu, aku berteman dengan air mata yang mengajak berbicara

juga dengan hati yang terus bercerita

Aku diam, tenggelam dalam kesunyian

Bisikan cahaya menghampiri "Dia-lah tempat kembali segala sesuatu,

Dia teman bicara yang tak hanya mampu menyimak, namun tahu apa yang engkau butuhkan,

sungguh...Dia Maha Mengetahui yang terbaik untukmu, sebelum, saat, dan setelah engkau berbicara juga bercerita. Kembalilah...

Kembali pada fitrahmu...fitrahmu akan mengikuti dan rindu pada-Nya, juga berharap berjumpa dengan-Nya."

Saat kata tak cukup untuk mengungkapnya, kadang air mata yang berbicara atau hati yang bercerita.

(Lemahnya manusia, air mata tanda kelemahan, namun berguna saat sedih menjadi suatu kemestian)