Senin, 19 April 2010

Belum Saatnya Memetik Buah


Melangkah lelah terkadang ingin menyerah
Menikmati angin sepoi-sepoi di bawah pohon yang rimbun
Diiringi alunan simfoni alam meninabobokan diri
Santai, menikmati indahnya fatamorgana

Belum saatnya aku, belum saatnya saudara, belum saatnya teman
Belum saatnya memetik buah di tempat ujian ini
Indah memang dalam pandangan mata, terpesona
Namun tiada boleh tertipu oleh sesuatu yang semu

Saatnya nanti kan kekal abadi
Untuk memetik buah sepuasnya
Tiada menanam lagi
Tinggal menikmati