sekarang musim hujan berkunjung ke kampungku
hampir tiap sore dia mengguyuri rumahku dan rumah-rumah lainya
namun mengapa pohon itu tetap kering?
heran aku dibuatnya, kering di musim hujan
pohon yang malang,
daunnya berguguran, batangnya kecil
rantingnya pun sedikit demi sedikit patah tertiup angin
kering kerontang,
pohon itu tiada daya dan upaya
bukan air yang dibutuhkannya
bukan pupuk yang dirindukannya
tapi sinar yang didambanya
sinar yang hilang sedikit demi sedikit karena tertutup debu hitam
pohon,
tetap tegak berdiri walaupun tertiup angin kencang
tapi tidak bisa diam seperti itu saja
dengan diam, pohon akan roboh bahkan hancur menyatu dengan tanah
Blog "BERBAGI" ini adalah blog yang memuat tulisan saya, baik fiksi maupun non fiksi. Silahkan nikmati dan diharapkan kritik dan saran pembaca untuk setiap tulisan saya ini. Terima Kasih (Wawan Cahya)
Arsip Blog
-
▼
2009
(68)
-
▼
Desember
(12)
- Tiba Saatnya
- Senyum Cita untuk Mereka
- I Love You
- Langit Senja di Tasikmalaya
- Titik Terang Itu
- Kering Kerontang
- Rasa Cinta
- ;
- Aku adalah angin, Bertiup kesana kemari, Aku mende...
- Pelangi di ujung rinai, Antarkan sinar indah kemil...
- Hariku diselimuti hampa, Detik demi detik ditemani...
- Nista mengundang Lara
-
▼
Desember
(12)