Senin, 05 September 2011

Debu Masa Lalu

Seiring berlalunya waktu

Debu semakin menebal mengental

Tak kuduga rasanya semanis madu

Namun telah terpikir sekarang ternyata itu racun

Debu masa lalu, tertiup cahaya tak terduga

Racun berlabelkan madu, sungguh tak hanya abu-abu

Itu merupakan pemati rasa, penghilang makna

Inilah sesungguhnya karunia dari Alloh Yang Maha Perkasa

Kamis, 30 September 2010

Air Mata Berbicara, Hati Bercerita



Tak mampu aku mengungkapnya

Bergeming, lidahku kaku kelu

Walaupun angin berhembus kencang, menawarkan tumpangan

Atau juga burung merpati siap mengantar kabar

Aku tak sanggup untuk berbicara, apalagi bercerita



Saat itu, aku berteman dengan air mata yang mengajak berbicara

juga dengan hati yang terus bercerita

Aku diam, tenggelam dalam kesunyian

Bisikan cahaya menghampiri "Dia-lah tempat kembali segala sesuatu,

Dia teman bicara yang tak hanya mampu menyimak, namun tahu apa yang engkau butuhkan,

sungguh...Dia Maha Mengetahui yang terbaik untukmu, sebelum, saat, dan setelah engkau berbicara juga bercerita. Kembalilah...

Kembali pada fitrahmu...fitrahmu akan mengikuti dan rindu pada-Nya, juga berharap berjumpa dengan-Nya."

Saat kata tak cukup untuk mengungkapnya, kadang air mata yang berbicara atau hati yang bercerita.

(Lemahnya manusia, air mata tanda kelemahan, namun berguna saat sedih menjadi suatu kemestian)

Kamis, 29 Juli 2010

Pelangi Cinta

Keindahan warna mengguratkan rasa juga makna
Mengukir senyum manis menghujam ke dalam dada
Mengundang pesona mengikat indahnya cinta

Paduan warna indah dipandang mata
Rinai reda berteman dengan udara
Terlukislah pelangi cinta

Pelangi cinta, penuh warna
Bersama meraih cita
Semua ujian kita hadapi bersama
Merajut rindu pada-Nya
Bersatu menuju surga